aku menangis
aku tertawa
aku tersenyum
aku bahagia
aku sedih
aku merasa gamang
aku terhanyut dalam kisah
aku tidak bisa tidur
semuanya karena laskar pelangi
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Aug | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | ||
aku menangis
aku tertawa
aku tersenyum
aku bahagia
aku sedih
aku merasa gamang
aku terhanyut dalam kisah
aku tidak bisa tidur
semuanya karena laskar pelangi
‘From Batavia With Love’ adalah buku yang tepat dan juga buku yang gw tunggu” selama ini. Akhirnya Tuhan menjawab juga doa gw (thank you, God). Kenapa? Karena gw suka dengan crita” yang ada sejarahnya (ato ga mengenai jaman dulu gitu deh), dan juga ada romantis”nya. Dan sekali lagi gw bilang, buku yang tepat untuk gw.
Cerita cinta ini berlokasi di tahun 1905, saat Indonesia masih berada di bawah jajahan Belanda, dan juga di akhir tahun 2006 dan awal 2007.
‘From Batavia With Love’ menceritakan tentang kisah cinta Pieter van Reissen, seorang pemuda Belanda, yang jatuh cinta kepada gadis pribumi bernama Yasmin. Cinta mereka akhirnya berkembang, dan sebelum Pieter kembali ke Den Haag karena liburannya di Batavia sudah berakhir, ia melamar Yasmin, dan berjanji akan berjuang melawan keluarga mereka agar menyetujui hubungan itu. Pieter juga berjanji bahwa ia akan kembali lagi ke Batavia setelah enam bulan.
Namun, setelah Pieter sampai di Den Haag, pamannya dan orang tuanya bersekongkol untuk menipu Pieter, dengan mengatakan bahwa Yasmin sudah dinikahkan dengan lelaki lain. Pieter menjadi kalap, dan tanpa pikir panjang ia menyetujui perjodohannya dengan seorang gadis Belanda.
Di Batavia, Yasmin juga mengalami hal yang sama. Ia diberitahu bahwa Pieter sudah menikah dengan orang lain. Akhirnya ia pun harus dinikahkan dengan seorang pria yang bahkan tidak ia kenal.
Keduanya menderita. Yasmin yang pergi terlebih dahulu. Ia meninggal setelah melahirkan putra pertamanya. Pieter terlambat menengoknya. Pemuda itu sampai di Batavia seminggu setelah kematian Yasmin, dan ia tidak diperbolehkan mengunjungi makam Yasmin. Ia melarikan dri dengan cara mabuk-mabukan, berkelahi dan sebagainya. Sampai suatu saat warga pribumi setempat tidak bisa lagi menerima tingkah lakunya yang keterlaluan itu, dan mereka pun mengejar Pieter. Sungguh malang dirinya, meninggal karena tercebur ke sebuah sumur.
99 tahun 9 bulan kemudian.
Seorang pemudi bernama Tara, yang kebetulan harus menemani dua orang WNA pergi mengunjungi Museum Fatahillah. Sejak dari tempat itu, ia sering memiliki mimpi-mimpi aneh. Ia juga sering merasa pergi tahun 1905, menyaksikan adegan-adegan saat Pieter baru sampai di Batavia, pertemuan pertamanya dengan Yasmin, dan adegan-adegan lain yang bermakna bagi Pieter. Tak lama kemudian, arwah Pieter yang masih merasa ada suatu hal yang belum diselesaikannya di dunia ini menampakkan diri di hadapan Tara. Pieter ingin meminta suatu bantuan dari Tara, tetapi hal tersebut harus menunggu waktu yang tepat. Sambil menunggu waktu, Pieter pun mulai mengisi hari-hari Tara yang kosong.
Kehadiran Pieter membawa makna tersendiri bagi Tara. Pieter mengajarinya banyak hal tentang kebahagiaan dan hidup. Yang paling penting, Tara juga merasakan adanya suatu perasaan khusus yang tumbuh dalam dirinya terhadap Pieter.
Pada hari di mana ia mendapat tawaran pekerjaan untuk menjadi sekertaris tetap di sebuah perusahaan, Pieter meminta Tara untuk pergi ke suatu tempat untuk menuntaskan tugasnya itu. Dengan berat hati Tara mengiyakan, walaupun ia tahu bahwa ini akan menjadi pertemuan terakhirnya dengan Pieter. Ternyata Pieter meminta Tara untuk pergi ke makam Yasmin dan menaruh bunga melati di atas makam tersebut. Dengan begitu, berakhirlah perjalanan panjang Pieter di dunia ini. Ia rela menunggu seratus tahun untuk bisa pergi ke makam Yasmin dan menaruh bunga melati di situ. Seratus tahun yang panjang telah ia lalui hanya untuk bisa bergabung kembali lagi dengan Yasmin.
Awalnya Tara sedih, namun ia merasa bahwa ia pasti bisa melaluinya, dan keesokan harinya ia pergi ke perusahaan yang membutuhkan tenaganya itu untuk diwawancara. Bertemu dengan calon bosnya yang baru, ia melihat suatu hal yang amat sangat aneh, karena calon bosnya itu memiliki kemiripan yang amat sangat dengan Pieter.
Dan usut punya usut, Erick, pria yang mirip dengan Pieter itu memang keturunan kesekian dari Pieter, dan Tara adalah keturunan dari Yasmin.
———————————————————————————————
Such a happy ending. Pieter dan Yasmin tidak bisa bersatu di dunia ini, tapi keinginan dari keduanya itu bisa terwujud melalui keturunan mereka. Buat mba Karla, the author of this novel, I can only say: GREAT WORKS!! I love it sooooooooooooooo muuuuuuuuuucccccccccccchhhhhhhh!!
sebenernya sih ga ada hubunganny cc edufair ma novel yang brjudul dyah pitaloka,, tapi dua hal tsb secara tdk langsung mempengaruhi hari gw ini..
hari ini pulsek gw pegi ke edu fairny cc breng bel”. tpi uda janjian juga ma si yulia ma ci lydia. eh tapi pas di sana ktmu temen” sanur yang laen juga siih.. kesan pertama gw terhadap cc,, kok nii sekolah kayaknya sempit banget yah?? eh ternyata dalemnya luas. bahkan ada lap sepak bola.. kayak sanur ajah.. tpi sanur mang dalemnya sempit juga siih.. trus bangunanny tuh kesannya lebih tua malah dripada sanur,, soalnya didominasi ma warna coklat.. yahh,, maap yah gw norak begini,, bru skali ke cc sih..
asli lorongnya tuh sempit banget gara” ada stand makanan. trus ternyata cc punya ensembel ndiri,, sanur gembel banget deh..
trus stand” univ yang ada tuh ga sebanyak waktu di sanur taon lalu.. jadi gw cuma ke stand ui, prasmul, ma waseda (ato wadesa gw lupa deh, yg pasti skul di jepang). yang laen tidak terlalu tertarik..
trus mungkin karena gw uda lama ga kluar” gitu (mksudnya ya cuma di ruma, ke skul, ma pegi les doank), trus gw mrasa ada sesuatu yang aneh pada diri gw,, yaitu melihat beratus” cowok berseliweran.. banyak banget gila! dari yang jelek ampe yang cakep ada, dri yang masi smp ampe yang uda jadi bapak” juga ada.. pokoknya sejauh mata memandang tuh ada cowok..
huh,, uda lama ga cuci mata,, hwhw
trus soal dyah pitaloka, klo lo ada yang blum tau, dyah pitaloka yang gw mksud di sini tuh bukan si rieke dyah pitaloka a.k.a. oneng, tapi putri dari kerajaan sunda pajajaran.
jadi ceritanya begini: Hayam Wuruk (Raja Majapahit) ingin menikahi Dyah Pitaloka (Putri Sunda Pajajaran). trus atas rencananya Patih Gajah Mada, si Dyah Pitaloka dan ayahnya (Sri Baduga Maharaja) lah yang harus datang ke Majapahit. Trus sesampainya di tanah Majapahit, Sri Baduga Maharaja dan Dyah Pitaloka tidak kunjung dijemput oleh keluarga kerajaan Hayam Wuruk. Ternyata Gajah Mada punya rencana lain. Ia ingin agar Sri Baduga Maharaja yang datang sendiri ke istana dan membawa putrinya sebagai upeti kerajaan (catatan: jaman dulu untuk mengakui kalo suatu kerajaan punya daerah jajahan, daerah yang dijajah tsb harus memberikan upeti kepada kerajaan penakluk, biasanya upetinya berupa puteri kerajaan terjajah itu). Mengenai hal ini, Gajah Mada tidak memberi tahu kepada Hayam Wuruk. Sri Baduga Maharaja menolak, begitu juga rakyat Sunda Pajajaran yang ikut serta datang ke Majapahit. Kemudian terjadilah Peristiwa Bubat. Semua orang dibunuh atas perintah Gajah Mada. Lalu Gajah Mada sendirilah yang membunuh Sri Baduga Maharaja. Setelah melihat ayahnya dibunuh, Dyah Pitaloka beserta 3 dayangnya memutuskan untuk bunuh diri. Saat patrem (tusuk konde) yang digunakan oleh Dyah Pitaloka untuk bunuh diri sudah melesak ke dadanya, Hayam Wuruk (yang cemas karena pengantinnya belum juga tiba, lalu ia pergi ke tempat Dyah Pitaloka dan kawan-kawan berkemah yakni di Tegal Bubat) datang. Tapi ternyata sudah terlambat, karena Dyah Pitaloka sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Namun, ia masih bisa melihat senyuman terakhir Dyah Pitaloka yang sudah sekarat itu. Beberapa saat kemudian, Dyah Pitaloka pun meninggal dalam pelukan Hayam Wuruk.
omigod, ni buku bikin gw nangis. apalagi pas yang si Dyah Pitaloka udah mau matoy trus si Hayam Wuruknya dateng, karena mnurut gw itu tuh sdih banget. mreka ga bisa bersatu cuma gara” si gajah mada yang ambisiusny uda level tinggi. makin kesel gw jdinya ma si gajah mada. duh.. tapi scara ksluruhan gw bilang buku Dyah Pitaloka ini layak u/ dibaca, soalnya susah loh mengembangkan sejarah mjd suatu crita fiksi yg tidak menyimpang dan mudah dimengerti oleh masyarakat. haha itu saja komen saya.. ^^
Yipi yahoo!!!
Men, akhirnya Harpot 7 yg lumayan tebel itu abis juga gw baca!!
Lega skaligus sedih..
Ampe terharu pas si Harry msuk ke memory-ny si Snape,, ternyata si Snape tidak jahat” amat…
Gw sdih banget si Fred, Tonks, ma Lupin matoy.. Si Dobby jga matoy,, dendam 7 turunan ma si Lestrange aneh itu..
Tpi okelah si Harry ma Ginny akhirnya married, si Ron ma Hermione juga married. Klo si Ron-Hermione mengingatkan gw akan Arthur-Molly,, hwhw.
Yah,, intinya gw snang dan sedih lah krn abis ini ga bakal ada buku Harry Potter lain yg akan kluar.. HIks..hiks.. T.T
Moga” Ibu Rowling kluarin buku lain yg mgkn lbih spektakuler drpd Harpot scepatna.. Amin.